Kalimantan Timur Raih Juara Umum MTQ Nasional XXXI dengan 288 Poin

Semarang, 20 September 2026 – Kafilah Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah. Kepastian tersebut diumumkan pada malam penutupan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu, 19 September 2026. Kalimantan Timur menempati posisi teratas setelah mengumpulkan 288 poin dari berbagai cabang dan golongan yang dipertandingkan. Tuan rumah Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan raihan 208 poin. Sementara DKI Jakarta menempati peringkat ketiga dengan 129 poin berdasarkan hasil resmi yang dipublikasikan pemerintah. Prestasi tersebut menegaskan keberhasilan pembinaan kafilah Kalimantan Timur dalam menghadapi persaingan tingkat nasional.

Penetapan juara dilakukan berdasarkan keputusan Dewan Hakim setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai dilaksanakan. Kalimantan Timur mengirimkan 56 peserta yang mengikuti delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori perlombaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 peserta berhasil menembus babak final. Perolehan dari berbagai nomor kemudian membawa Kalimantan Timur unggul cukup jauh dari provinsi lain dalam klasemen akhir. Hasil tersebut menjadi buah dari proses persiapan dan pemusatan latihan yang dilakukan sebelum keberangkatan menuju Semarang. Pemerintah daerah bersama jajaran pembina dan pelatih sebelumnya menargetkan kafilah mampu mempertahankan prestasi di tingkat nasional.

Sejumlah peserta Kalimantan Timur mencatat hasil menonjol pada berbagai kategori. Ahmad Fatih Nawaf Al-Fayadh meraih juara pertama cabang Tartil Putra, sementara Asri Wahyuni menjadi juara pertama Tilawah Anak-Anak Putri. Muhammad Rifqi Rizal juga meraih posisi pertama pada cabang Murattal Remaja Putra. Pada Tahfidz 5 Juz dan Tilawah Putri, Nita Rahmatiah berhasil menempati posisi pertama. Selain para peraih juara pertama, sejumlah peserta lainnya menyumbangkan poin melalui posisi kedua dan ketiga. Akumulasi hasil dari berbagai cabang tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Kalimantan Timur mengumpulkan total 288 poin.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut pencapaian tersebut dengan rasa syukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pendamping, serta pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari disiplin dan optimisme yang dibangun selama masa persiapan. Ketua LPTQ Kalimantan Timur Sri Wahyuni juga menyebut prestasi itu sebagai hasil dari perjuangan panjang serta kedisiplinan peserta mengikuti arahan pelatih selama pemusatan latihan. Pembinaan yang terprogram menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas peserta sebelum menghadapi kompetisi nasional. Pemerintah daerah berharap prestasi tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan kegiatan Al-Qur’an di Kalimantan Timur. Keberhasilan di Semarang juga menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan kualitas pembinaan pada kompetisi berikutnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan ucapan selamat kepada Kalimantan Timur atas keberhasilannya menempati posisi tertinggi. Piala bergilir juara umum diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur dalam rangkaian acara penutupan. Menteri Agama menekankan bahwa pencapaian dalam MTQ bukan merupakan akhir dari perjalanan para peserta. Gelar juara membawa tanggung jawab untuk terus menjaga dan mengembangkan kemampuan serta nilai yang diperoleh selama proses pembinaan. Kepada peserta yang belum memperoleh gelar, ia juga menyampaikan agar tidak berkecil hati karena proses mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki nilai yang lebih luas daripada hasil kompetisi. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

Persaingan dalam klasemen akhir berlangsung ketat di bawah tiga besar. Aceh dan Jawa Timur sama-sama mengumpulkan 99 poin dan berada pada posisi berikutnya, sementara Sumatera Utara dan Jawa Barat sama-sama memperoleh 71 poin. Sumatera Selatan mencatat 55 poin, disusul Banten dengan 52 poin dan Riau dengan 35 poin. Nusa Tenggara Barat mengumpulkan 33 poin, sedangkan Sulawesi Selatan melengkapi jajaran atas dengan 31 poin. Perolehan tersebut menunjukkan distribusi prestasi yang cukup luas di antara kafilah dari berbagai wilayah Indonesia. Kalimantan Timur tetap memiliki jarak cukup besar dari pesaing terdekatnya dengan keunggulan 80 poin atas Jawa Tengah.

MTQ Nasional XXXI berlangsung di Jawa Tengah dengan Semarang menjadi pusat utama penyelenggaraan. Rangkaian kegiatan berlangsung selama sembilan hari sebelum resmi ditutup pada Sabtu malam. Kompetisi mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban”. Selain menjadi arena kompetisi, penyelenggaraan MTQ diarahkan sebagai ruang untuk memperkuat pembinaan dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Berbagai kafilah dari seluruh Indonesia mengikuti perlombaan dengan membawa peserta terbaik hasil seleksi dan pembinaan di daerah masing-masing. Pemerintah juga menempatkan MTQ sebagai bagian dari pengembangan kehidupan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antardaerah.

Setelah penyelenggaraan di Jawa Tengah berakhir, estafet MTQ Nasional selanjutnya akan berpindah ke Jakarta. DKI Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXII yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Penyelenggaraan tersebut bertepatan dengan momentum 500 tahun Kota Jakarta sehingga diperkirakan menjadi salah satu agenda nasional penting di ibu kota. Pemerintah DKI memiliki waktu untuk mempersiapkan arena pertandingan, akomodasi, transportasi, pelayanan kontingen, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya. Kalimantan Timur juga akan menghadapi tantangan mempertahankan prestasinya ketika kembali mengikuti kompetisi tersebut. Persaingan diperkirakan tetap terbuka karena sejumlah provinsi menunjukkan hasil kuat pada penyelenggaraan di Semarang.

Keberhasilan meraih 288 poin membuat Kalimantan Timur menutup MTQ Nasional XXXI sebagai kafilah dengan pencapaian tertinggi. Hasil itu merupakan akumulasi performa para peserta dari berbagai cabang yang telah menjalani proses seleksi, pembinaan, dan latihan sebelum tampil di tingkat nasional. Jawa Tengah sebagai tuan rumah harus puas berada di posisi kedua, sedangkan DKI Jakarta melengkapi tiga besar. Bagi Kalimantan Timur, gelar tersebut menjadi modal untuk mempertahankan konsistensi pembinaan menjelang MTQ Nasional berikutnya. Para peserta yang meraih prestasi juga diharapkan terus mengembangkan kemampuan dan menjadi bagian dari penguatan pembinaan Al-Qur’an di daerah. Berakhirnya MTQ Nasional XXXI kini mengalihkan perhatian menuju Jakarta yang akan menerima estafet penyelenggaraan pada 2027.