Parigi Moutong, 4 November 2026 – Tim TEP Universitas Airlangga (Unair) memberikan pelatihan kepada peternak ayam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan produktivitas telur. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan peternak mengenai pengelolaan usaha unggas yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan, peternak diharapkan mampu menerapkan teknik pemeliharaan yang dapat meningkatkan hasil produksi. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor peternakan daerah.
Pelatihan yang diberikan menitikberatkan pada pengelolaan pakan, kesehatan ternak, dan pemeliharaan kandang. Ketiga aspek tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan ayam menghasilkan telur secara optimal. Pemberian pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh dan mendukung produktivitas unggas. Selain itu, lingkungan kandang yang bersih dan memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu mengurangi risiko penyakit. Peternak didorong menerapkan pengelolaan yang lebih terukur agar hasil produksi dapat dipertahankan secara konsisten.
Tim TEP Unair juga menekankan pentingnya efisiensi penggunaan pakan dalam kegiatan peternakan ayam petelur. Biaya pakan merupakan salah satu pengeluaran utama yang memengaruhi keuntungan usaha. Karena itu, peternak perlu memahami kebutuhan nutrisi ayam berdasarkan usia dan fase produksinya. Pengaturan pemberian pakan yang tepat dapat membantu mengurangi pemborosan tanpa mengabaikan kesehatan ternak. Pencatatan jumlah pakan dan produksi telur secara rutin juga diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan usaha.
Selain peningkatan produktivitas, pelatihan turut memberikan perhatian terhadap pencegahan penyakit pada unggas. Peternak perlu menjaga kebersihan kandang, mengatur sanitasi peralatan, serta melakukan pemantauan kesehatan ayam secara berkala. Penerapan biosekuriti menjadi langkah penting untuk membatasi masuknya penyakit yang dapat mengganggu produksi. Apabila ditemukan gejala gangguan kesehatan, penanganan perlu dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan hewan. Upaya pencegahan yang konsisten diharapkan dapat menekan risiko kerugian akibat penurunan produksi maupun kematian ternak.
Pengembangan usaha ayam petelur di Parigi Moutong dinilai memiliki peluang untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi karena mudah diolah dan relatif terjangkau. Peningkatan produksi lokal dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang pendapatan bagi peternak. Namun, pertumbuhan produksi juga perlu diimbangi dengan pengelolaan distribusi dan pemasaran yang baik. Dengan demikian, hasil peternakan dapat terserap secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keterlibatan Unair dalam program pendampingan menjadi bagian dari upaya mempertemukan hasil kajian akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat. Peternak memperoleh kesempatan untuk memahami teknik pengelolaan yang dapat diterapkan sesuai kondisi usaha masing-masing. Sementara itu, tim perguruan tinggi dapat mengidentifikasi persoalan yang dihadapi peternak sebagai bahan pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat. Kerja sama semacam ini penting untuk menciptakan solusi yang tidak hanya bersifat sementara. Pendampingan lanjutan juga diperlukan agar penerapan pengetahuan dapat memberikan hasil yang terukur.
Melalui pelatihan tersebut, Tim TEP Unair berharap peternak ayam di Parigi Moutong semakin mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Keberhasilan program akan bergantung pada konsistensi penerapan teknik pemeliharaan, ketersediaan sarana produksi, serta dukungan pihak terkait. Pemerintah daerah dan kelompok peternak juga memiliki peran dalam memperkuat akses terhadap informasi, pembiayaan, dan pemasaran. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu peternak menghadapi tantangan biaya produksi serta perubahan kebutuhan pasar. Dengan pengelolaan yang semakin baik, sektor peternakan ayam petelur berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian Parigi Moutong.