Jakarta, 20 September 2026 – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 menghadirkan dua juara baru setelah rangkaian pertandingan berakhir di Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur, Minggu (20/9/2026). SDN Gedong 03 berhasil merebut gelar juara kelompok umur (KU) 10, sedangkan SDN Cipayung 02 menjadi kampiun KU 12. Keberhasilan kedua sekolah tersebut menandai semakin terbukanya persaingan sepak bola putri usia dini di Jakarta dan sekitarnya. MLSC Jakarta Raya musim ini melibatkan 1.928 atlet dari 111 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Sebanyak 53 tim berkompetisi di KU 10 dan 123 tim mengikuti persaingan KU 12.
Pada pertandingan final KU 10, SDN Gedong 03 tampil meyakinkan dengan menundukkan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0. Keenar Inara Alfiyah membuka keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit ke-10. Lima menit berselang, Keenar kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan akselerasi melewati dua pemain bertahan lawan. SDN Gedong 03 kemudian menambah keunggulan pada babak kedua melalui Neha Rayadinata yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Pertahanan mereka mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan.
Pertandingan lebih dramatis terjadi pada final KU 12 antara SDN Cipayung 02 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 19. SDN Cipayung 02 unggul lebih dahulu pada menit ketiga melalui Keisha Rizky Ramadani yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Kebayoran Lama Selatan 19 kemudian membalikkan keadaan melalui Maura Jihan Athifa pada menit keenam dan Alesha Kaysha Salsabila satu menit kemudian. SDN Cipayung 02 tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat Gildas Syauqillah pada menit ke-19. Skor imbang bertahan hingga waktu normal selesai sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti, empat eksekutor SDN Cipayung 02 berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Sebaliknya, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mampu menghasilkan dua gol dari empat kesempatan. Gildas menjadi penendang terakhir SDN Cipayung 02 sekaligus memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti. Hasil tersebut terasa istimewa karena sebelumnya SDN Cipayung 02 beberapa kali mengikuti MLSC Jakarta tetapi belum mampu melampaui babak delapan besar. Persiapan dan kekuatan mental pemain menjadi faktor penting ketika mereka menghadapi tekanan dalam pertandingan final.
Selain membawa timnya menjadi juara, Keenar dan Gildas juga mencatatkan pencapaian individual. Keenar menjadi pencetak gol terbanyak KU 10 dengan torehan 28 gol sepanjang kompetisi, sedangkan Gildas meraih predikat pencetak gol terbanyak KU 12 setelah menghasilkan 14 gol. Arsyila Wahyu Qiana dari SDN Gedong 03 terpilih sebagai penjaga gawang terbaik KU 10. Pada KU 12, penghargaan pemain terbaik diraih Maura Jihan Athifa dari SDN Kebayoran Lama Selatan 19, sementara Khanza Aqila Salsabila dari SDN Kebayoran Lama Utara 13 menjadi penjaga gawang terbaik. Berbagai penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap perkembangan kemampuan individu para peserta.
MLSC Seri 1 2026/2027 menggunakan format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Pertandingan dari babak penyisihan hingga perempat final berlangsung selama 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final dimainkan dalam durasi 2 x 15 menit. Salah satu perubahan musim ini terdapat pada KU 10 yang menggunakan lapangan berukuran 42 x 26 meter, sama seperti KU 12. Penyelenggaraan juga dilengkapi Festival SenengSoccer untuk KU 8 sebagai sarana memperkenalkan sepak bola kepada pemain yang lebih muda. Di Jakarta Raya, festival tersebut diikuti 76 siswi dari 21 SD dan MI.
Munculnya SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 sebagai juara baru menjadi salah satu indikator semakin kompetitifnya pembinaan sepak bola putri usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge Welly Arisanto menilai kemunculan sekolah-sekolah baru sebagai pemenang memperlihatkan ekosistem kompetisi yang semakin terbentuk. Penilaian serupa disampaikan Head Coach MLSC Jacksen F. Tiago yang melihat peningkatan pada teknik dasar, kepercayaan diri, akurasi umpan, kontrol bola hingga pemahaman bermain sebagai sebuah tim. Dengan penyelenggaraan Seri 1 2026/2027 yang menjangkau 15 kota, kompetisi tersebut diharapkan memberikan semakin banyak kesempatan bagi pemain putri usia sekolah untuk memperoleh pengalaman pertandingan. Persaingan yang semakin merata juga menjadi modal penting untuk memperluas basis pembinaan sepak bola putri Indonesia dalam jangka panjang.