Pemprov NTB Targetkan Rekonstruksi Dusun Adat Sade Rampung Akhir 2026, Perkuat Pelestarian Budaya Sasak

Mataram, 18 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan proses rekonstruksi Dusun Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah dapat diselesaikan pada akhir 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian kawasan permukiman tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Sasak. Dusun Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang mempertahankan bentuk rumah tradisional dan berbagai kebiasaan masyarakat setempat. Rekonstruksi diharapkan mampu menjaga keaslian kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi warga dan wisatawan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap memperhatikan karakteristik bangunan adat yang menjadi identitas kawasan tersebut.

Dusun Adat Sade merupakan salah satu kawasan budaya yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan tradisi masyarakat Sasak kepada wisatawan. Permukiman ini dikenal dengan rumah-rumah tradisional yang menggunakan material alami serta mempertahankan bentuk arsitektur khas Lombok. Keberadaan bangunan tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mencerminkan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas masyarakat, termasuk kerajinan tenun dan tradisi kehidupan sehari-hari, turut memperkuat identitas budaya kawasan. Karena itu, rekonstruksi perlu dilaksanakan dengan mempertimbangkan hubungan antara bangunan fisik dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Pelaksanaan rekonstruksi kawasan adat membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan pembangunan permukiman modern. Setiap perubahan terhadap bangunan tradisional harus memperhatikan bentuk, bahan, serta teknik konstruksi yang sesuai dengan karakter aslinya. Penggunaan material yang tidak tepat berpotensi mengurangi nilai autentik kawasan dan mengubah tampilan arsitektur yang selama ini dipertahankan. Pemerintah daerah diharapkan melibatkan masyarakat adat dan pihak yang memahami teknik pembangunan rumah tradisional Sasak. Keterlibatan tersebut penting agar hasil rekonstruksi tetap mencerminkan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok.

Target penyelesaian pada akhir 2026 menjadi perhatian karena membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat setempat. Tahapan rekonstruksi perlu disusun secara terencana agar proses pembangunan tidak mengganggu aktivitas warga secara berlebihan. Selain memperhatikan kualitas bangunan, pelaksanaan pekerjaan juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan akses menuju kawasan. Pengawasan secara berkala diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan tujuan pelestarian budaya. Dengan perencanaan yang matang, proses rekonstruksi diharapkan dapat berjalan efektif tanpa menghilangkan ciri khas Dusun Adat Sade.

Dari sektor pariwisata, pembenahan kawasan adat berpotensi meningkatkan daya tarik Lombok sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Wisatawan yang berkunjung ke Dusun Adat Sade umumnya ingin mengenal kehidupan masyarakat Sasak, melihat arsitektur tradisional, serta menyaksikan berbagai aktivitas budaya. Keaslian kawasan menjadi salah satu faktor penting yang membedakan destinasi tersebut dari objek wisata lainnya. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas pendukung perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengurangi nilai tradisional yang dimiliki. Keseimbangan antara pelestarian dan kebutuhan pariwisata menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi.

Rekonstruksi Dusun Adat Sade juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Aktivitas wisata budaya dapat membuka peluang usaha melalui penjualan kerajinan, produk tenun, kuliner lokal, dan layanan pemanduan wisata. Apabila kawasan tertata dengan baik, kenyamanan pengunjung berpotensi meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kegiatan ekonomi warga. Namun, pengembangan pariwisata perlu tetap menempatkan masyarakat adat sebagai pihak utama dalam pengelolaan warisan budaya mereka. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga mendukung kesejahteraan penduduk setempat.

Selain aspek ekonomi, rekonstruksi kawasan tradisional memiliki nilai penting bagi pendidikan dan pewarisan budaya kepada generasi muda. Rumah adat, pola permukiman, serta tradisi masyarakat merupakan bagian dari pengetahuan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya. Generasi muda dapat mempelajari sejarah dan identitas budaya melalui lingkungan yang masih mempertahankan unsur-unsur tradisional. Upaya pelestarian juga dapat diperkuat melalui dokumentasi arsitektur, pengenalan keterampilan tradisional, dan kegiatan edukasi budaya. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga keberadaan Dusun Adat Sade sebagai ruang kehidupan sekaligus pusat pembelajaran budaya Sasak.

Target penyelesaian rekonstruksi Dusun Adat Sade pada akhir 2026 menjadi bagian penting dari upaya menjaga salah satu warisan budaya masyarakat NTB. Keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan nilai sejarah, arsitektur, dan tradisi masyarakat setempat. Pemerintah daerah perlu memastikan proses rekonstruksi berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta kebutuhan warga. Dukungan masyarakat adat dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan setelah pekerjaan selesai. Melalui pelestarian yang terencana, Dusun Adat Sade diharapkan tetap menjadi simbol kekayaan budaya Sasak sekaligus destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Lombok.