FOKBI dan Kemenpar Gelar Senam Bersama untuk Galang Donasi bagi NTT

Jakarta, 27 September 2026 – Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) bersama Kementerian Pariwisata menggelar aksi sosial bertajuk “Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante” di Jakarta, Minggu (27/9). Kegiatan tersebut bertujuan menggalang donasi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana. Aksi berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia dan memadukan olahraga, seni budaya, serta kegiatan kemanusiaan. Sebanyak 250 peserta dari Jakarta, Bogor, dan Tangerang mengikuti kegiatan secara langsung.

Ketua Umum FOKBI Sapta Nirwandar mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membangun solidaritas di tengah aktivitas olahraga bersama. Menurut dia, kegembiraan dalam kegiatan kebugaran tetap dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. FOKBI ingin semangat gotong royong diwujudkan melalui bantuan yang memberikan manfaat langsung bagi warga NTT. Kegiatan tersebut sekaligus melibatkan keluarga besar organisasi di berbagai daerah.

Selain peserta yang hadir langsung, kegiatan terhubung secara daring dengan 11 kepengurusan daerah FOKBI di Indonesia. Daerah yang terlibat antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Jambi. Rangkaian acara juga diiringi permainan sasando yang dibawakan Berto Pah. Unsur budaya NTT tersebut memperkuat pesan solidaritas yang dibawa melalui kegiatan bersama.

Senam “Ikan Nae di Pante” menjadi bagian utama kegiatan dengan gerakan yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat NTT. Gerakannya menggambarkan berbagai aktivitas keseharian, seperti bercocok tanam, menjala dan menangkap ikan, hingga tarian bergandengan tangan yang mencerminkan kebersamaan. Senam kreasi tersebut telah dikembangkan FOKBI selama sekitar dua tahun. FOKBI berharap olahraga berbasis budaya itu dapat semakin dikenal sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi NTT kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Korps Pegawai Republik Indonesia menyerahkan donasi awal secara simbolis sebesar Rp25 juta. Penggalangan dana tidak berhenti pada acara di Jakarta karena kepengurusan FOKBI di berbagai daerah masih melanjutkan penghimpunan bantuan. Donasi lanjutan direncanakan dibuka selama sekitar satu pekan sebelum seluruh dana yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat terdampak. FOKBI juga berencana memilih wilayah yang masih membutuhkan dukungan lebih besar agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fajar Hutomo menilai perpaduan budaya dengan aktivitas olahraga juga memiliki potensi dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata. Kekayaan tradisi Indonesia dapat dikreasikan menjadi kegiatan kebugaran yang menarik sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Pemerintah saat ini turut mendorong pengembangan pariwisata olahraga atau sport tourism di berbagai destinasi. Dalam konteks bencana NTT, kegiatan pariwisata juga diharapkan dapat menghadirkan empati dan aksi nyata bagi masyarakat terdampak.

FOKBI selanjutnya berencana turun langsung ke NTT untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyerahkan bantuan yang berhasil dihimpun. Penyaluran akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar menjangkau wilayah yang dinilai masih membutuhkan dukungan. Melalui “Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante”, olahraga kreasi tidak hanya digunakan untuk menjaga kebugaran dan memperkenalkan budaya, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu masyarakat terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antardaerah.