Jakarta, 8 Mei 2026 – Selebritas dan pengusaha Fitri Salhuteru melaporkan pihak bernama Doktif ke Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Langkah tersebut dilakukan karena Fitri meminta adanya penindakan dan sanksi terkait dugaan persoalan yang berkaitan dengan produk serta aktivitas yang dianggap merugikan.
Kedatangan Fitri ke BPOM langsung menarik perhatian publik dan media sosial. Ia menyatakan ingin persoalan tersebut ditangani secara resmi melalui jalur yang sesuai agar ada kejelasan hukum dan pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat.
Menurut Fitri, laporan tersebut diajukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan konsumen. Ia berharap BPOM dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang dilaporkan dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran aturan.
Kasus ini turut memicu perbincangan publik mengenai pentingnya pengawasan produk kesehatan dan kecantikan yang beredar luas di media sosial maupun platform digital. Banyak masyarakat kini semakin aktif memperhatikan legalitas dan keamanan produk yang digunakan sehari-hari.
BPOM sendiri memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap produk obat, makanan, kosmetik, dan suplemen yang beredar di Indonesia. Jika ditemukan pelanggaran, lembaga tersebut dapat memberikan sanksi administratif hingga tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengamat industri kecantikan menilai meningkatnya promosi produk melalui media sosial membuat pengawasan menjadi semakin penting. Banyak produk viral dengan cepat mendapatkan perhatian publik sebelum kejelasan legalitas dan keamanannya benar-benar dipahami masyarakat.
Di sisi lain, publik juga diingatkan agar lebih teliti dalam memilih produk kesehatan maupun kecantikan. Memastikan adanya izin edar resmi dan keamanan produk dianggap menjadi langkah penting untuk menghindari risiko bagi konsumen.
Fitri Salhuteru menegaskan dirinya memilih menempuh jalur resmi agar persoalan tidak berkembang menjadi sekadar polemik di media sosial. Ia berharap proses pemeriksaan dapat berjalan objektif dan transparan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena melibatkan figur publik dan isu perlindungan konsumen yang sensitif. Banyak warganet mengikuti perkembangan laporan tersebut sambil menunggu langkah lanjutan dari BPOM.
Hingga kini, pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut resmi dari otoritas berwenang terkait laporan yang telah diajukan Fitri Salhuteru tersebut.