Jakarta, 9 September 2026 – PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp105,8 miliar sepanjang semester I-2026. Capaian tersebut meningkat 1,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan perseroan masih mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika industri pembiayaan dan layanan keuangan digital. Kinerja itu dipaparkan manajemen dalam Public Expose Live 2026 yang digelar pada Selasa (8/9). Pertumbuhan Venteny terutama ditopang dua lini bisnis utama, yakni B2B Financial Services serta B2B2E melalui Venteny Employee Super App. Dari keduanya, layanan pembiayaan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan.
Lini B2B Financial Services membukukan pendapatan Rp60,9 miliar selama enam bulan pertama 2026. Nilai tersebut setara dengan 57,5 persen dari keseluruhan pendapatan Venteny dan tumbuh 8,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan segmen ini didukung meningkatnya kebutuhan terhadap solusi pembiayaan produktif, khususnya dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta korporasi. Venteny memanfaatkan teknologi dan jaringan ekosistem yang dimilikinya untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bisnis layanan keuangan masih memegang peranan penting dalam menopang kinerja perusahaan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Meski permintaan pembiayaan meningkat, perusahaan menegaskan ekspansi tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan volume. Manajemen tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan kualitas portofolio dan risiko kredit yang dapat muncul seiring meningkatnya penyaluran pembiayaan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena pertumbuhan bisnis pembiayaan harus diimbangi kemampuan menjaga perputaran modal dan tingkat gagal bayar. Venteny juga terus mengeksplorasi peluang memperluas pasar melalui kemitraan strategis serta pengembangan produk pembiayaan yang menyasar UMKM, perusahaan, dan karyawan. Strategi itu diharapkan membuat ekspansi bisnis tetap berjalan tanpa mengorbankan fundamental keuangan dalam jangka panjang.
Kontributor berikutnya berasal dari lini B2B2E melalui Venteny Employee Super App yang menghasilkan pendapatan Rp44,9 miliar. Jumlah tersebut memberikan kontribusi sekitar 42,5 persen terhadap keseluruhan pendapatan bersih pada semester I-2026. Platform tersebut dikembangkan untuk menghubungkan perusahaan dan karyawan dalam satu ekosistem digital dengan berbagai layanan yang berkaitan dengan produktivitas, kesejahteraan finansial, dan keterlibatan karyawan. Manajemen melihat kebutuhan perusahaan terhadap solusi terintegrasi semacam ini masih mempunyai ruang untuk berkembang. Karena itu, basis perusahaan dan pengguna yang sudah terbentuk akan terus dioptimalkan agar mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar.
Group CFO Venteny Kaleb Solaiman menilai capaian pada semester pertama tidak semata-mata dilihat dari kenaikan pendapatan. Perusahaan juga menempatkan penguatan fundamental sebagai bagian penting dalam menentukan kualitas pertumbuhan bisnis. Menurut manajemen, B2B Financial Services dan B2B2E Employee Super App mempunyai karakter berbeda tetapi dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem perusahaan. Layanan keuangan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, sedangkan aplikasi karyawan memperluas hubungan Venteny dengan perusahaan beserta tenaga kerja di dalamnya. Sinergi kedua segmen tersebut akan terus menjadi salah satu fondasi pengembangan bisnis pada periode berikutnya.
Skala ekosistem yang dibangun Venteny juga terus diperluas seiring perkembangan bisnis. Hingga semester pertama 2026, perusahaan tercatat telah beroperasi di empat negara, yaitu Indonesia, Filipina, Singapura, dan Jepang. Lebih dari 10.000 UMKM disebut telah memperoleh pendanaan produktif melalui ekosistem Venteny, sementara Employee Super App di Indonesia memiliki lebih dari 300.000 anggota eksklusif. Basis pengguna tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan penetrasi produk sekaligus menciptakan transaksi berulang. Tantangannya adalah mengubah perluasan ekosistem tersebut menjadi monetisasi yang lebih kuat sehingga pertumbuhan pengguna dapat memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan dan profitabilitas.
Memasuki semester II-2026, Venteny menetapkan tiga agenda utama yang akan menjadi fokus pengembangan perusahaan. Ketiganya meliputi penguatan bisnis inti, perluasan ekosistem, serta peningkatan kualitas monetisasi. Pada bisnis inti, perusahaan akan terus mendorong inovasi produk berbasis teknologi yang memiliki potensi menghasilkan margin lebih tinggi. Langkah tersebut dibarengi penerapan manajemen risiko kredit secara disiplin untuk menjaga kualitas portofolio dan mengoptimalkan penggunaan modal. Dengan pendekatan ini, perusahaan ingin memastikan pertumbuhan tidak hanya terlihat dari peningkatan volume bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi yang sehat terhadap fundamental keuangan.
Venteny juga berencana memperluas jaringan penyaluran sekaligus memperkuat sumber pendanaan modal untuk mendukung ekspansi berikutnya. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak akan diperkuat, termasuk dukungan pendanaan dari mitra lokal yang dapat meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan. Sementara pada Employee Super App, strategi diarahkan pada peningkatan penetrasi produk, frekuensi penggunaan layanan, serta monetisasi dari basis pengguna yang telah tersedia. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan nilai jangka panjang dari setiap perusahaan dan pengguna yang berada dalam ekosistem Venteny. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan tidak hanya bergantung pada penambahan pengguna baru, tetapi juga pada kemampuan perusahaan meningkatkan aktivitas dan nilai ekonomi dari pengguna yang sudah dimiliki.
Capaian pendapatan Rp105,8 miliar pada semester I-2026 memberikan gambaran bahwa B2B Financial Services masih menjadi mesin utama Venteny, sementara Employee Super App menjadi pilar kedua yang terus dikembangkan. Pertumbuhan konsolidasi sebesar 1,8 persen memang relatif moderat, tetapi kenaikan 8,1 persen pada segmen pembiayaan memperlihatkan adanya permintaan yang tetap kuat dari UMKM dan korporasi. Pada paruh kedua tahun ini, kemampuan menjaga kualitas kredit, memperkuat sumber pendanaan, dan meningkatkan monetisasi ekosistem akan menjadi faktor penting bagi kinerja VTNY. Manajemen mengarahkan strategi perusahaan menuju pertumbuhan yang dapat diperluas, berkelanjutan, dan menguntungkan dengan tetap menjaga kualitas bisnis. Jika agenda tersebut berjalan sesuai rencana, sinergi antara pembiayaan B2B dan platform B2B2E berpotensi terus menjadi fondasi pertumbuhan Venteny sepanjang 2026 dan periode berikutnya.