Tanjungpinang, 25 September 2026 – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan kemajuan setelah memasuki usia ke-24 tahun. Perkembangan tersebut terlihat dari pembangunan daerah, peningkatan fasilitas, hingga kualitas pelayanan publik di sejumlah kabupaten dan kota. Tito mengingatkan Kepri sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Riau sebelum resmi menjadi provinsi tersendiri pada 2002. Setelah lebih dari dua dekade pemekaran, berbagai kawasan di Kepri mengalami perubahan cukup signifikan. Batam menjadi salah satu daerah yang disebut memperlihatkan perkembangan paling menonjol.
Menurut Tito, perkembangan Batam dapat dilihat dari keberadaan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang semakin lengkap. Kota tersebut memiliki jalan yang lebar, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan industri, serta pelayanan publik yang dinilai berkembang dengan baik. Kabupaten Bintan juga terus bertumbuh dengan bertambahnya kawasan resor serta keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang. Sementara Tanjungpinang dan kabupaten/kota lainnya dinilai menunjukkan tren pembangunan yang positif. Pemerintah daerah tetap didorong mempercepat kemajuan agar perkembangan tersebut dapat dirasakan semakin merata.
Keunggulan geografis menjadi salah satu modal penting yang dimiliki Kepulauan Riau. Provinsi tersebut berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan Selat Malaka serta berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Posisi itu memberikan peluang besar bagi Kepri untuk menarik investasi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Aktivitas perdagangan dan konektivitas internasional juga dapat menjadi penggerak perekonomian apabila dikelola secara optimal. Tito menilai potensi tersebut perlu didukung kebijakan pembangunan yang mampu meningkatkan daya saing daerah.
Selain pembangunan infrastruktur, Mendagri menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat Kepri diharapkan memiliki pendidikan, kesehatan, dan keterampilan yang memadai sehingga mampu mengambil peran utama dalam perkembangan ekonomi daerahnya sendiri. Peningkatan investasi akan memberikan manfaat lebih besar apabila diikuti kesiapan tenaga kerja lokal untuk mengisi berbagai peluang pekerjaan. Pengembangan pendidikan dan pelatihan karena itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Keunggulan geografis Kepri diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada saat bersamaan terus memperkuat konektivitas antarpulau sebagai salah satu prioritas pembangunan. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan karakter wilayah kepulauan membuat konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat. Laut yang memisahkan pulau-pulau tidak hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi juga jalur penghubung yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas. Pemerataan pembangunan antardaerah menjadi perhatian agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada kawasan tertentu. Pemerintah daerah juga terus mengevaluasi kesenjangan pembangunan melalui berbagai indikator.
Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan ekonomi dan sosial Kepri dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 tercatat 6,99 persen secara tahunan, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia pada 2025 mencapai 80,53 poin. Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 berada di angka 4,09 persen, sementara realisasi investasi semester pertama 2026 mencapai Rp40,38 triliun. Pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, kelistrikan, keagamaan, dan pemberdayaan UMKM. Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi pembangunan pada peringatan Hari Jadi ke-24 Kepulauan Riau.
Peringatan Hari Jadi ke-24 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan capaian sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan yang masih tersisa. Kepri memiliki modal geografis, ekonomi, pariwisata, dan budaya yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat daya saing daerah. Pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antarpulau menjadi bagian penting agar manfaat pertumbuhan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Penguatan kualitas sumber daya manusia juga diperlukan supaya masyarakat lokal mampu mengambil bagian lebih besar dalam peluang investasi dan ekonomi yang berkembang. Dengan memanfaatkan posisi strategis serta memperkuat berbagai sektor tersebut, pemerintah pusat dan daerah mendorong Kepulauan Riau melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan setelah memasuki usia 24 tahun.