Jakarta, 6 Mei 2026 — Program pembangunan dan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu di Provinsi Jawa Tengah dilaporkan telah mencapai lebih dari 281 ribu unit. Capaian tersebut disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal warga berpenghasilan rendah.
Program tersebut mencakup pembangunan rumah baru maupun renovasi hunian tidak layak huni yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pemerintah daerah menilai penyediaan hunian yang layak menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup warga. Banyak rumah yang sebelumnya dinilai tidak memenuhi standar keamanan dan sanitasi kini mulai diperbaiki secara bertahap.
Pemerintah daerah menyebut pelaksanaan program melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat dan sektor swasta.
Warga penerima bantuan mengaku program tersebut sangat membantu karena sebagian besar sebelumnya mengalami kesulitan memperbaiki kondisi rumah akibat keterbatasan ekonomi. Dengan hunian yang lebih layak, mereka berharap kualitas hidup keluarga juga ikut meningkat.
Pengamat pembangunan menilai program rumah layak huni memiliki dampak sosial yang cukup besar karena tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga disebut terus mendorong peningkatan infrastruktur pendukung di lingkungan permukiman seperti akses air bersih, sanitasi, dan jalan lingkungan.
Dengan capaian ratusan ribu unit rumah tersebut, pemerintah berharap angka hunian tidak layak di Jawa Tengah dapat terus berkurang dan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni.