Jakarta, 13 Mei 2026 – Perayaan Idul Adha 2026 berpotensi berlangsung secara serentak di Indonesia apabila hasil pemantauan hilal dan perhitungan astronomi menunjukkan kesesuaian antara berbagai pihak. Namun kepastian tanggal pelaksanaan hari raya tetap akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah bersama organisasi keagamaan dan para ahli.
Sidang isbat menjadi mekanisme resmi pemerintah untuk menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah, termasuk penentuan Hari Raya Idul Adha. Dalam proses tersebut, pemerintah biasanya mempertimbangkan hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan serta data hisab astronomi sebelum mengumumkan keputusan resmi kepada masyarakat.
Potensi perayaan Idul Adha secara bersamaan dinilai dapat memberikan suasana yang lebih kondusif dan memudahkan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah maupun aktivitas sosial keagamaan. Meski demikian, pemerintah tetap menegaskan pentingnya menunggu keputusan resmi hasil sidang isbat agar masyarakat memperoleh kepastian yang sama terkait jadwal hari raya.
Pengamat astronomi dan keagamaan menyebut perkembangan metode hisab dan rukyat dalam beberapa tahun terakhir semakin membantu terciptanya kesamaan penentuan awal bulan Hijriah. Namun perbedaan pendekatan dan kriteria pengamatan hilal terkadang masih memunculkan perbedaan penetapan hari besar keagamaan di sejumlah negara maupun organisasi Islam.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan penetapan hari raya. Semangat toleransi dan persatuan dinilai menjadi hal penting agar pelaksanaan Idul Adha tetap berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.