Jakarta, 11 Mei 2026 – Tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat Indonesia memunculkan fenomena baru yang ramai dibicarakan, yakni kondisi ketika kebutuhan sehari-hari mulai dipenuhi melalui utang. Situasi ini disebut terjadi setelah banyak warga tidak lagi cukup mengandalkan tabungan untuk menutup pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan biaya hidup.
Pengamat ekonomi menyebut fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan pinjaman konsumtif, layanan paylater, kartu kredit, hingga utang informal untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tagihan bulanan, dan biaya pendidikan.
Kondisi ini dinilai dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari tekanan inflasi, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga pertumbuhan pendapatan masyarakat yang tidak selalu sejalan dengan peningkatan biaya hidup. Akibatnya, sebagian keluarga mulai mengalami kesulitan menjaga keseimbangan keuangan bulanan.
Di sejumlah daerah, masyarakat mengaku tabungan yang sebelumnya disiapkan sebagai dana darurat kini semakin menipis. Ketika pemasukan tidak cukup menutup kebutuhan rutin, sebagian orang akhirnya memilih berutang sebagai solusi jangka pendek agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Pakar keuangan mengingatkan bahwa penggunaan utang konsumtif secara terus-menerus dapat menjadi risiko serius apabila tidak diimbangi kemampuan pembayaran yang sehat. Beban cicilan yang menumpuk berpotensi memicu masalah finansial lebih besar dalam jangka panjang.
Selain itu, maraknya akses layanan pinjaman digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh pembiayaan instan. Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga dinilai dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak disertai literasi keuangan yang baik.
Pemerintah disebut terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial, stabilisasi harga pangan, hingga penguatan lapangan kerja. Meski demikian, tantangan ekonomi global dan tekanan biaya hidup masih menjadi persoalan yang dirasakan banyak keluarga.
Pengamat sosial menilai fenomena “makan utang” menjadi sinyal penting bahwa ketahanan ekonomi rumah tangga perlu mendapat perhatian lebih serius. Edukasi pengelolaan keuangan, peningkatan pendapatan, serta penguatan perlindungan sosial dinilai menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi saat ini.