Jakarta, 8 September 2026 – Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dianjurkan mengenakan pakaian tertutup apabila harus beraktivitas di luar rumah. Pakaian berlengan panjang dan celana panjang dapat membantu mengurangi kontak langsung antara partikel abu dengan permukaan kulit. Kementerian Kesehatan mengingatkan abu vulkanik dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit sehingga paparan perlu ditekan semaksimal mungkin. Imbauan tersebut menjadi semakin penting bagi masyarakat yang masih harus bekerja atau melakukan aktivitas di luar ruangan ketika abu berada di udara. Selain pakaian tertutup, perlindungan terhadap pernapasan dan mata tetap diperlukan karena pakaian saja tidak mampu mencegah partikel halus terhirup atau masuk ke mata.
Jenis pakaian yang paling direkomendasikan adalah baju atau kemeja berlengan panjang yang menutupi kulit hingga pergelangan tangan dan dipadukan dengan celana panjang. Prinsip utamanya bukan terletak pada model pakaian tertentu, melainkan meminimalkan bagian kulit yang terbuka dan berpotensi bersentuhan dengan abu. Pedoman kesehatan terkait paparan abu juga menganjurkan penggunaan sepatu dan kaus kaki, terutama ketika seseorang harus berjalan atau bekerja di lokasi yang memiliki endapan abu cukup banyak. Sarung tangan dapat ditambahkan ketika membersihkan abu atau melakukan pekerjaan yang membuat tangan berpotensi mengalami kontak langsung dalam waktu lama. Kombinasi tersebut memberikan lapisan perlindungan fisik yang lebih menyeluruh dibandingkan penggunaan pakaian pendek.
Pemilihan pakaian tertutup penting karena abu vulkanik berbeda dengan debu rumah tangga biasa. Partikel yang dihasilkan aktivitas vulkanik dapat menyebabkan iritasi ketika mengenai kulit, terutama apabila paparan berlangsung dalam waktu lama atau abu menempel pada tubuh. Kemenkes menyebut paparan abu Anak Krakatau yang saat ini menjadi perhatian kesehatan masyarakat berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan gangguan pada kulit. Masyarakat karena itu dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Upaya menutup permukaan tubuh menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika menghindari paparan sepenuhnya tidak memungkinkan.
Untuk kegiatan sehari-hari, pakaian tertutup yang nyaman digunakan lebih praktis dibandingkan pakaian pelindung berat yang justru dapat membuat tubuh cepat panas. Baju lengan panjang yang tidak terlalu ketat dapat memberikan perlindungan permukaan kulit sekaligus memungkinkan penggunanya tetap bergerak dengan nyaman. Celana panjang sebaiknya menutupi kaki hingga mendekati bagian atas sepatu sehingga area kulit yang terbuka semakin sedikit. Apabila aktivitas dilakukan di lokasi dengan endapan abu tebal, penggunaan sarung tangan serta sepatu tertutup menjadi lebih penting. Setelah aktivitas selesai, perlengkapan tersebut perlu diperlakukan sebagai benda yang telah terpapar abu dan tidak sebaiknya digunakan untuk menyebarkan partikel ke bagian lain rumah.
Pakaian tertutup juga perlu dilengkapi perlindungan pada bagian wajah karena ancaman utama abu vulkanik tidak hanya berasal dari kontak dengan kulit. Kemenkes menganjurkan masyarakat yang harus keluar rumah menggunakan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau jenis lain yang setara. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara apabila respirator dengan kemampuan filtrasi lebih baik belum tersedia. Perlindungan pernapasan menjadi penting karena partikel abu yang berukuran kecil dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu keluhan kesehatan. Karena itu, mengenakan jaket atau baju panjang tanpa masker tidak dapat dianggap sebagai perlindungan yang memadai ketika konsentrasi abu di udara masih tinggi.
Bagian mata juga perlu mendapatkan perhatian khusus dengan menggunakan kacamata pelindung atau goggles. Kacamata yang memberikan perlindungan lebih rapat dapat mengurangi kemungkinan partikel abu langsung mengenai mata ketika seseorang berada di luar ruangan. Apabila abu sudah masuk ke mata, masyarakat tidak dianjurkan menguceknya karena tindakan tersebut dapat memperburuk iritasi. Mata sebaiknya dibersihkan menggunakan air dan pertolongan medis perlu dicari apabila keluhan tidak membaik atau semakin berat. Perlindungan mata, masker, pakaian berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta alas kaki tertutup pada akhirnya merupakan satu rangkaian perlindungan yang saling melengkapi.
Setelah kembali dari luar rumah, pakaian yang terkena abu sebaiknya segera diganti agar partikel tidak terus bersentuhan dengan kulit ataupun terbawa ke ruang lain. Kementerian Kesehatan secara khusus menyarankan masyarakat membersihkan tubuh dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan pada kondisi paparan abu vulkanik. Langkah tersebut penting karena partikel dapat menempel pada kain, rambut, kulit, sepatu maupun berbagai barang yang dibawa selama beraktivitas. Membersihkan diri juga membantu mengurangi kemungkinan seseorang tanpa sengaja menyentuh wajah atau mata menggunakan tangan yang masih terkontaminasi abu. Pakaian pelindung dengan demikian tidak hanya perlu digunakan secara tepat, tetapi juga dilepaskan dan dibersihkan dengan memperhatikan potensi perpindahan partikel.
Perhatian lebih besar diperlukan bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang mempunyai riwayat penyakit pernapasan atau kardiovaskular. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami masalah kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat abu dan partikel halus. Bagi mereka, pilihan perlindungan terbaik tetap membatasi aktivitas di luar ruangan selama paparan masih terjadi, bukan sekadar mengandalkan pakaian tertutup. Apabila terpaksa keluar, penggunaan pakaian yang menutup kulit harus dikombinasikan dengan perlindungan pernapasan dan mata yang sesuai. Masyarakat juga perlu mengikuti perkembangan kualitas udara serta arahan pemerintah mengenai kondisi di wilayah masing-masing sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Dengan demikian, pakaian yang direkomendasikan ketika menghadapi abu vulkanik pada dasarnya adalah pakaian yang mampu menutup kulit sebanyak mungkin tanpa menghambat aktivitas. Baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sepatu tertutup menjadi perlengkapan dasar, sedangkan sarung tangan semakin penting ketika seseorang harus membersihkan atau bersentuhan langsung dengan endapan abu. Perlindungan tersebut perlu dilengkapi respirator yang sesuai dan kacamata pelindung agar saluran pernapasan serta mata tidak dibiarkan terbuka terhadap partikel. Setelah selesai beraktivitas, pakaian perlu diganti dan tubuh dibersihkan sebelum melanjutkan kegiatan di dalam rumah. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan, tetapi masyarakat tetap dianjurkan berada di dalam ruangan ketika abu vulkanik masih menyebar dan tidak ada keperluan mendesak untuk keluar.