Jakarta, 31 Agustus 2026 – Shopee bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan pelatihan keterampilan digital kepada 120 warga di sejumlah wilayah Sumatra sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi, khususnya bagi pelaku usaha kreatif dan masyarakat yang ingin mengembangkan aktivitas ekonomi melalui kanal digital. Pelatihan mencakup berbagai materi yang berkaitan dengan pemanfaatan platform digital, pengembangan produk, pemasaran, serta strategi memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan peluang ekonomi. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya peningkatan literasi dan keterampilan digital di tengah pertumbuhan perdagangan elektronik serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pelatihan yang menyasar warga di wilayah Sumatra tersebut dinilai relevan karena transformasi digital telah mengubah cara masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi. Pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif kini memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada keberadaan toko fisik. Namun, kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang baru mulai memasuki ekosistem digital. Materi pelatihan kemudian diarahkan agar peserta memahami tahapan dasar hingga strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas usaha secara lebih terstruktur. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas produk, menjaga kualitas layanan, serta menggunakan kanal digital secara konsisten untuk meningkatkan peluang pertumbuhan.
Keterampilan digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku ekonomi kreatif karena persaingan pasar tidak lagi hanya berlangsung secara konvensional. Produk lokal dapat berhadapan langsung dengan berbagai produk dari wilayah lain sehingga pelaku usaha membutuhkan kemampuan untuk menampilkan keunggulan produk secara menarik. Penggunaan foto dan video, penyusunan deskripsi produk, pemanfaatan media sosial, hingga pemahaman mengenai perilaku konsumen menjadi bagian dari keterampilan yang semakin dibutuhkan. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan cara baru untuk memperkenalkan produk maupun jasa kepada calon konsumen. Kemampuan membaca tren pasar juga menjadi faktor penting agar pelaku usaha dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan karakter lokal yang menjadi kekuatan utama.
Kolaborasi antara Shopee dan Kemenekraf juga mencerminkan kebutuhan untuk memperluas akses pelatihan digital ke berbagai daerah. Pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berpusat di kota-kota besar karena banyak produk potensial berasal dari daerah dengan karakter budaya dan sumber daya yang khas. Sumatra memiliki keragaman produk kuliner, fesyen, kerajinan, seni, serta berbagai subsektor kreatif yang dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi. Dengan dukungan keterampilan digital, pelaku usaha di daerah memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk tersebut kepada konsumen di luar wilayahnya. Upaya tersebut juga dapat membantu memperpendek jarak antara produsen lokal dan pasar nasional dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemasaran dan transaksi.
Bagi peserta, pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai penggunaan platform digital, tetapi juga membuka pemahaman mengenai perubahan cara membangun usaha pada era teknologi. Pelaku usaha perlu memahami bahwa kehadiran secara daring harus diikuti dengan pengelolaan yang profesional agar kepercayaan konsumen dapat terjaga. Kecepatan merespons pelanggan, ketepatan pengiriman, kualitas kemasan, serta konsistensi produk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan penjualan melalui kanal digital. Karena itu, peningkatan kemampuan digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan keterampilan manajemen usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan aktivitas ekonomi secara lebih berkelanjutan, bukan hanya mengejar peningkatan penjualan dalam jangka pendek.
Program pelatihan juga memiliki kaitan dengan upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Perubahan digital menciptakan kebutuhan terhadap berbagai jenis keterampilan baru, termasuk kemampuan mengelola informasi, membuat konten, melakukan pemasaran digital, serta memahami data dan perilaku konsumen. Masyarakat yang memiliki kemampuan tersebut akan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan usaha maupun mencari peluang pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi digital. Sebaliknya, keterbatasan keterampilan dapat menjadi hambatan ketika aktivitas ekonomi semakin bergeser ke ruang digital. Karena itu, pelatihan bagi 120 warga Sumatra menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat membantu mempersempit kesenjangan kemampuan digital di tingkat masyarakat.
Dari sisi pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas pelaku usaha daerah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem lokal. Ketika sebuah usaha mampu memperluas pasar, kebutuhan terhadap bahan baku, tenaga kerja, pengemasan, distribusi, dan jasa pendukung lainnya berpotensi ikut meningkat. Perkembangan tersebut dapat menciptakan efek berantai bagi masyarakat di sekitar sentra usaha. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di wilayah tertentu juga memiliki peluang untuk mendapatkan konsumen baru dari daerah lain melalui kanal digital. Dengan demikian, keterampilan digital tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan individual, tetapi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat rantai ekonomi di tingkat lokal.
Keberlanjutan program semacam ini menjadi faktor penting agar pelatihan tidak berhenti pada pemberian materi dalam satu kegiatan. Peserta membutuhkan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, melakukan evaluasi, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan usaha secara digital. Penguatan komunitas, akses terhadap informasi pasar, serta kesempatan mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan mitra bisnis juga dapat membantu menjaga manfaat program dalam jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat terus diarahkan untuk menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan keterampilan digital diharapkan dapat menghasilkan pelaku ekonomi kreatif yang lebih adaptif, mandiri, dan mampu bersaing dalam pasar yang semakin terbuka.
Pelatihan yang diberikan kepada 120 warga Sumatra menjadi bagian dari gambaran lebih luas mengenai pentingnya pemerataan kemampuan digital dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Teknologi memberikan peluang bagi masyarakat daerah untuk memperluas pasar, tetapi peluang tersebut akan sulit dimanfaatkan tanpa keterampilan yang memadai. Kolaborasi Shopee dan Kemenekraf menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital. Ke depan, pengembangan program serupa di berbagai daerah dapat membantu semakin banyak pelaku usaha dan masyarakat memahami cara memanfaatkan teknologi secara produktif. Jika keterampilan tersebut terus dikembangkan dan diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan, transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi kreatif yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.