Jakarta, 27 Mei 2026 – Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disambut positif oleh para pedagang dan pelaku usaha di Bandung. Banyak pihak menilai kembalinya aktivitas penerbangan di bandara tersebut dapat menjadi angin segar bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi lokal yang sempat mengalami penurunan setelah operasional penerbangan dialihkan ke bandara lain. Pemerintah disebut menargetkan potensi pergerakan hingga 3,8 juta penumpang kembali melalui Bandara Husein apabila aktivitas penerbangan dapat berjalan optimal. Target tersebut dinilai realistis mengingat posisi Bandung sebagai salah satu kota wisata dan pusat bisnis penting di Jawa Barat. Reaktivasi bandara juga diharapkan membantu meningkatkan mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut pelaku usaha dan pedagang, keberadaan Bandara Husein selama ini memberikan dampak besar terhadap aktivitas perdagangan, hotel, kuliner, hingga transportasi di Kota Bandung. Setelah banyak penerbangan dipindahkan, sejumlah sektor usaha mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan, terutama dari wisatawan luar kota dan pebisnis. Karena itu, rencana pengaktifan kembali bandara dinilai dapat membantu memulihkan perputaran ekonomi yang bergantung pada arus penumpang udara. Pedagang berharap meningkatnya jumlah wisatawan dan mobilitas masyarakat nantinya mampu kembali menghidupkan pusat-pusat ekonomi di Bandung. Selain itu, akses penerbangan yang lebih dekat ke pusat kota dianggap memberikan keuntungan bagi wisatawan dan pelaku bisnis.
Pengamat transportasi menilai Bandara Husein memiliki posisi strategis karena lokasinya berada dekat pusat Kota Bandung sehingga memudahkan akses masyarakat. Meski kapasitasnya tidak sebesar bandara internasional baru, Husein dinilai tetap memiliki potensi besar untuk melayani penerbangan tertentu, terutama rute domestik dengan mobilitas tinggi. Pengoperasian kembali bandara juga diperkirakan dapat membantu mendukung sektor pariwisata Bandung yang selama ini menjadi salah satu motor ekonomi daerah. Selain itu, kehadiran bandara aktif di pusat kota dapat mempercepat konektivitas bisnis dan memperkuat daya tarik investasi. Namun pengamat juga mengingatkan perlunya pengelolaan operasional yang baik agar tidak menimbulkan persoalan kepadatan lalu lintas maupun keterbatasan kapasitas fasilitas.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata disebut tengah menyiapkan berbagai strategi untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari reaktivasi Bandara Husein. Sektor hotel, restoran, pusat belanja, dan transportasi diperkirakan menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah penumpang udara. Pengamat ekonomi daerah menilai target 3,8 juta penumpang dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal apabila diikuti penguatan layanan wisata dan infrastruktur pendukung. Selain peningkatan jumlah wisatawan, aktivitas bisnis dan acara skala nasional di Bandung juga diperkirakan kembali meningkat seiring membaiknya akses transportasi udara. Kolaborasi antara pemerintah, maskapai, dan pelaku usaha dinilai penting agar potensi tersebut dapat terealisasi secara optimal.
Rencana reaktivasi Bandara Husein kini menjadi harapan baru bagi banyak pelaku usaha di Bandung yang berharap sektor ekonomi dan pariwisata kembali bergairah. Masyarakat menilai keberadaan bandara aktif di pusat kota dapat mempermudah mobilitas sekaligus meningkatkan daya saing Bandung sebagai kota wisata dan bisnis. Di tengah persaingan sektor transportasi dan pariwisata yang semakin ketat, konektivitas udara dinilai tetap menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan infrastruktur memadai, reaktivasi Bandara Husein diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Bandung secara keseluruhan.