Jakarta, 25 Mei 2026 – Pengendara kendaraan bermotor diingatkan agar tidak panik saat menghadapi jalan berlubang di tengah perjalanan. Pakar keselamatan berkendara menegaskan menghindari lubang di jalan memang diperbolehkan demi keselamatan, namun tindakan mendadak seperti membanting setang secara spontan justru dapat memicu kecelakaan yang lebih berbahaya, terutama di jalan ramai dan berkecepatan tinggi.
Menurut instruktur keselamatan berkendara, banyak kecelakaan terjadi bukan karena lubang itu sendiri, melainkan akibat reaksi pengendara yang panik saat mencoba menghindarinya. Pengendara yang tiba-tiba membelok tajam tanpa memperhatikan kondisi sekitar berisiko kehilangan keseimbangan, bertabrakan dengan kendaraan lain, atau tergelincir. Risiko tersebut semakin besar bagi pengendara sepeda motor yang memiliki kestabilan lebih sensitif dibanding mobil.
Pengendara dianjurkan tetap fokus memantau kondisi jalan dari jarak aman agar memiliki waktu cukup untuk mengambil keputusan secara tenang. Jika menemukan lubang di depan, pengendara disarankan mengurangi kecepatan secara bertahap, melihat kondisi kanan dan kiri, lalu menghindar secara halus apabila memungkinkan. Apabila kondisi lalu lintas padat dan tidak aman untuk berpindah jalur, pengendara justru disarankan melewati lubang secara perlahan daripada mengambil manuver berbahaya.
Selain faktor pengendara, kondisi jalan berlubang memang masih menjadi persoalan serius di banyak daerah, terutama setelah hujan deras dan tingginya volume kendaraan berat. Jalan rusak tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait mempercepat perbaikan jalan guna mengurangi potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Pakar keselamatan menegaskan bahwa ketenangan dan antisipasi menjadi kunci utama saat berkendara di jalan yang tidak sempurna. Pengendara juga diingatkan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain agar memiliki ruang untuk bereaksi ketika menghadapi kondisi darurat di jalan. Selain itu, kondisi ban, rem, dan suspensi kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan baik untuk membantu menjaga stabilitas saat melewati jalan rusak.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama menjelang musim liburan dan perjalanan jarak jauh, edukasi keselamatan berkendara dinilai semakin penting. Pengendara diharapkan tidak hanya fokus mencapai tujuan dengan cepat, tetapi juga mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain saat menghadapi berbagai kondisi di perjalanan.