Jakarta, 25 Mei 2026 – Kepolisian bersama pemerintah daerah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan saat libur panjang dan akhir pekan. Langkah tersebut dilakukan karena arus kendaraan menuju kawasan wisata Lembang diperkirakan meningkat tajam dan berpotensi menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah titik utama.
Penerapan sistem one way akan dilakukan secara situasional tergantung kondisi lalu lintas di lapangan. Aparat menyebut rekayasa arus kendaraan kemungkinan diberlakukan terutama pada jalur utama menuju kawasan wisata favorit seperti Jalan Setiabudi, Jalan Raya Lembang, hingga akses menuju lokasi wisata pegunungan dan kuliner yang biasanya dipadati wisatawan. Polisi juga telah menyiapkan personel tambahan untuk mengatur arus kendaraan serta membantu kelancaran perjalanan masyarakat.
Kawasan Lembang memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat yang selalu ramai saat akhir pekan maupun musim liburan. Tingginya volume kendaraan pribadi dari Bandung, Jakarta, dan kota-kota sekitarnya sering menyebabkan antrean panjang terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi jalan yang relatif sempit dibanding jumlah kendaraan membuat kawasan tersebut rawan mengalami kemacetan parah apabila tidak dilakukan pengaturan lalu lintas.
Selain penerapan one way, aparat juga mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif. Pengendara diminta mematuhi arahan petugas di lapangan agar rekayasa lalu lintas dapat berjalan efektif. Pemerintah daerah juga mengingatkan wisatawan menjaga kondisi kendaraan dan keselamatan berkendara mengingat jalur menuju Lembang memiliki banyak tanjakan dan tikungan.
Pengamat transportasi menilai rekayasa one way memang menjadi solusi jangka pendek yang cukup efektif untuk mengurai kepadatan di kawasan wisata. Namun mereka juga menyoroti perlunya pengembangan transportasi publik dan infrastruktur jalan di kawasan wisata populer seperti Lembang agar kemacetan tidak terus berulang setiap musim liburan. Selain itu, pengaturan jumlah kendaraan dan penyebaran destinasi wisata juga dinilai penting untuk mengurangi penumpukan kendaraan di titik tertentu.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang, aparat berharap penerapan sistem one way dapat membantu memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi risiko kemacetan total di kawasan wisata Lembang. Wisatawan pun diimbau tetap bersabar dan mengikuti aturan lalu lintas demi kenyamanan bersama selama perjalanan menuju kawasan wisata pegunungan tersebut.